jauh dan dekat dihati

“Tok tok tok. assalamualaikum. Aku mau masuk.”

Biasanya itu kata-kata yang sering diucapkan oleh si sulung anza setiap mau masuk ruangan yang berpintu. Dia berbicara seperti itu sambil mengetukkan tangannya perlahan. Seringkali bila dia mau masuk ke kamar saya dan saya sedang berada di dalam kamar, saya bikin sedikit percakapan :

“Tok tok tok.. assalamualaikum bunda. aku mau masuk.” kata abang

“Siapa ya?” tanya saya

“Abang Anza…” jawabnya

“Anza apa?” tanya saya lagi

“Anjadeooo.. wapi saputla (menyebut lengkap namanya Anzadeo Wafi Saputra).” jawab abang lagi

“Oooo… abang anzadeo.. mmmmm adeknya siapa ya namanya? bundanya siapa?”

dan sederet pertanyaan panjang lainnya yang ‘memaksa’ anza untuk sedikit berlatih tanya jawab dengan bundanya. Hihi. Terkadang sih kalau dia sedang mengantuk atau memang ingin segera masuk permainan pertanyaan hanya sebentar. Dia akan tiba-tiba bilang “Bunddaaa.. abang mau masuk.” dan saya akan menjawab “Yak, anzadeo silahkan masuk.” :p

——————————————————————–

Ketukan masuk pintu pun biasanya tidak hanya terjadi didalam rumah, biasanya juga saat anza mengunjui rumah lain yang sudah dia hafal seperti rumah eyangnya. Rumah kedua orangtua saya yang biasanya kami kunjungi dalam akhir pekan. Ketukan abang anza selalu menjadi penantian mereka setelah satu minggu bergelut dengan beragam kesibukan kerja. Memang sih tidak setiap datang kerumah eyangnya anza akan bermain tok-tok-tok apalagi bila ia sudah mengantuk atau posisinya saat datang sudah dalam keadaan tertidur di malam hari. Cuma walaupun begitu kedatangan cucu kesayangan untuk sekedar menginap diakhir pekan menjadi momen yang sangat ditunggu. Bahkan ibu saya sering cerita kalau ayah saya sudah tau kami akan mengunjungi mereka, setiap mobil yang lewat didepan rumah ia langsung berlari ke depan jendela dan melihat apakah itu mobil cucunya atau bukan. Bila saya mendadak tidak bisa datang kesana menurut ibu saya ayah saya mukanya langsung terlihat kecewa, karena artinya dia tidak bertemu jagoan kecil kesayangannya.

Bila sudah sampai dirumah eyangnya, terkadang anza lupa ada yanda dan bundanya. Makan maunya sama eyangnya, main sama angkunya, minta jalan-jalan dan naik mobil dengan angkunya, bahkan BAB saja yang dicari adik saya untuk mengganti pospaknya hihihi (seneng banget isengin tantenya dan ibunya senang juga dong bebas tugas! :p ) hanya nanti menjelang tidur malam baru bundanya yang dicari.

Kalau sudah bermain dengan angkunya anza terkadang lupa waktu, bagaimana tidak biasanya ia dilarang bermain gadget dengan bunda dan yandanya. Karena kalau dirumah saya memang tidak memberikan izin bermain gadget untuk anak-anak terutama anza karena dia yang sudah mulai mengerti ada permainan di gadget kami. Sesekali memang saya berikan namun tetap dalam pengawasan karena sekarang dia sudah paham dengan tombol yang ada di gadget, bahkan beberapa aplikasi yang hanya terlihat dari gambarnya di menu home sudah bisa di hafal. Pernah saya lihat dia mau meminta melihat video dirinya saat naik kereta dia langsung menunjuk aplikasi video player untuk memutarnya, katanya “Bunda yang ini aja, abang mau lihat pidio keleta (video kereta). Duh gusti serem kalau tidak sambil diawasi bisa-bisa dia main pencet terus terbuka youtube dan masuk ke link adegan dewasa. Amit-amit deh semoga enggak ya bang!

Kembali ke permainan gadget bersama angkunya, saking semangatnya agar anza dapat bermain dengan gadget si angku dia sampai rela datang ke suatu tempat perbelanjaan dekat rumahnya kemudian mendatangi salah satu kios telefon selular, hanya untuk apa? Minta dipasang beragam instalasi permainan dan lagu yang ada gambar thomas! Kenapa thomas? Karena thomas adalah tokoh kartun kesayangan abang anza. Hingga suatu malam saat saya bertandang kerumahnya ayah saya bilang “Anzaaaaa.. angku punya hadiah buat abang. angku punya mainan thomas baru buat abang anza. Kita main bareng yuk.” Kemudian ceritalah ayah saya dia mendatangi pusat perbelanjaan tadi dan belajar ke adik saya yang paling kecil bagaimana memainkan games serta menjalankan aplikasinya. Hihi.. Di satu sisi gemes sih yaaa, kadang kita menahan agar anak tidak sering bermain gadget tetapi di satu sisi saya juga melihat bagaimana ayah saya ingin menyenangkan. Yang akhirnya membuat saya hanya bisa berkata….

“Angku abang mainnya jangan lama-lama ya. Sehabis mandi dan makan dulu baru abang anza boleh main kereta. Oiya, mainnya juga jangan terlalu dekat mata. Nanti matanya rusak. Mainnya cuma dirumah angku dan diliatin angku.” Haaahahaaa banyak ya pesan sponsornya, tapi tidak apa demi menyenangkan kedua belah pihak saya rasa memberi angkunya waktu berdua bersama cucu dan saya tetap bisa mengontrol anza bermain gadget hanya dengan memberinya waktu bermain bila bertemu angkunya yakni bila akhir pekan datang adalah solusi terbaik.

Tidak hanya memuaskan anak saya bermain dengan thomas di gadget (tab) nya, ayah saya juga sering membukakan channel youtube yang berisi gambar ipin-upin atau thomas sambil ber-skype bersama adik saya yang pertama. Adik saya yang pertama memang tidak tinggal di Indonesia lagi. Ia pindah kewarganegaraan sekitar 2 tahun lalu setelah menikah dengan pria berkewarga-negara Turki dan memutuskan tinggak disana. Untuk tetap menjalin komunikasi dengan adik saya, setiap malam ayah dan ibu selalu membuka laptop dikamar. Setelah adik saya mengabari ingin skype melalui pesan singkat atau telefon kerumah, mereka akan membuka skype dan langsung curhat apa kegiatan atau update hari ini. Setiap malam! hihi. Dan setiap saya bertandang pasti ayah saya akan menelepon adik saya untuk bilang “Dek.. ada abang ayo kita skype-an.” Si bocah kecil itu juga pasti senang karena sambil melihat video upin-ipin dia juga bisa ikutan ‘ngobrol’ dengan aunty-nya. Adik saya pastinya senang karena dia bisa melihat anak saya sambil melepaskan rindu dengan orangtua. Benar-benar internet telah membantu mendekatkan jarak Indonesia-Turki seperti Jakarta-Banten. hihi

Oiya sebenarnya ayah dan ibu tidak hanya skype dengan adik saya di Turki namun terkadang juga dengan abang anza kalau sedang dirumah. Namun seringkali yang terjadi skenarionya ialah ayah dan ibu saya menelepon menanyakan cucu-cucunya sedang apa-berbicara dengan mereka melalui telepon genggam saya-saya atur pembicaraan menjadi speaker-kemudian mereka meminta online agar bisa skype-saya pasang skype-skype sebentar-anza mau lihat video kuda! nahhh ahahaaha maksud saya ujung-ujungnya anza lebih lama memainkan dan asyik bersama mainan di gadget dibanding berbicara melalui telefon atau sambungan lain. Jadi semenjak hal itu seringkali terjadi saya bilang untuk lebih baik menelefon saja daripada dia meminta bermain.

Melepas rindu terhadap cucu tidak hanya dilakukan melalui telefon atau ber-skype. Terkadang mereka meminta foto terbaru kedua anak saya, sekedar meminta dikirim via WA (whatsapp) atau BBM (blackberry messenger) ataupun kepo-in timeline FB (facebook) saya. Yak kedua orangtua saya punya akun FB sekita 3-4 tahun terakhir. hahaaaa soo funny! Tidak mau kalah eksis sama anaknya katanya biar tau dong kabar teman kuliah, teman SMA apalagi kalau ada undangan nikah dari anaknya teman..dari kepo sampai setiap ada foto cucunya yang pasti sering saya share di timeline ibu saya, beliau juga rutin menulin komentar sekedar “Aduuh cucuku cantik atau abang ganteng banget.” yesss! mereka ikut tumbuh bersama dengan generasi digital, generasi Y dan Z.

Memang semenjak era digital masuk sekitar akhir tahun 90-an dan memasuki awal tahun 2000 hingga saat ini seperti dua sisi mata uang. Satu sisi semakin banyaknya beragam kisah memilukan akibat gencarnya informasi yang tidak dapat terbendung lagi terkadang membuat kita sebagai pemakai media internet semakin harus hati-hati agar tidak terjebak baik kejahatan di dunia maya, pelecehan seksual yang bisa juga terjadi di dunia maya bahkan semakin tingginya angka pelecehan seksual di dunia nyata khususnya di anak-anak dan remaja yang bila dirunut salah satunya pemakaian media internet yang disalahgunkan. Seperti mengunjungi situs khusus dewasa, banyaknya iklan atau sekedar ilustrasi yang muncul di setiap selingan link yang dituju yang seringkali website yang digunakan sekedar membalas email hingga penggunaan games online yang semakin menjamur tanpa adanya kontrol ketat dari para orangtua dan lingkungan terdekat.

Tapi dengan munculnya beragam hal negatif tadi, tidak serta merta kita menutup diri dan tidak menggunakan internet kan?

hehe. Bisa pusing saya rasa kalau tiba-tiba internet mati. Lha wong koneksi lamban saja terkadang kita bisa ngamuk-ngamuk ke provider dan seringkali memberi sangsi dengan cara mengumpat ke admin provider yang bersangkutan *curcol*

Terus gimana kalau akhirnya satu hari saja tanpa internet?

Saya sih ngacung. Pernah banget ngerasain. Setahun mendapat tugas di daerah pedalaman di suatu pulau membuat saya seperti orang yang ketinggalan berita. TV dirumah dinas tidak ada, jadi terkadang mengandalkan jaringan internet untuk mencari tau update berita atau membaca postingan teman-teman. Tapi apa daya, terkadang sinyal koneksi yang saya dapatkan kecil bahkan kadang tidak ada. Jadi mau share foto di pulau terancam gagal total deh hihi

DSC03904

salah satu sudut pulau tempat saya ptt di bangka selatan

Mungkin kita sering mendengar analogi yang sering kita dengar “mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat.” yak dunia maya rasanya memang telah mendekatkan kita dari suatu tempat ke tempat lain,memudahkan kita mengucapkan rindu dengan bertatap muka secara langsung via media internet hingga memudahkan kita mencari beragam hal dari mencari tugas kuliah, tertawa karena postingan pic atau meme-pic seseorang, membuka video klip lagu, teaser film terbaru yang kadang syukur-syukur dapat filmnya ahhhaha hingga cara perawatan gigi mutakhir, model desain baju, diskon barang hingga update berita terbaru, berbelanja (online shop) tanpa perlu susah payah datang ke tokonya hihi itu saya banget.. 😛 dan berbagai hal menarik lainnya yang media internet tawarkan dalam memudahkan hidup generasi x,y,z dalam melakukan segala kegiatannya. Dimana semua kegiatan dan interaksi sosial tadi jelas tidak bisa kita lakukan kalau jaringan internet kita minim seperti tadi kasus saya ada di daerah pedalaman atau mungkin masih belum tau apa itu internet! ooww oowww.. hari gini!! 😛

IMG-20120521-00840

saat adik saya dilamar 2 tahun lalu. Adik ipar saya mengabarkan kepada orangtuanya karena tidak bisa ikut dengan media skype agar mereka bisa menyaksikan juga

Ahh.. semoga, Semoga saja media internet benar-benar memudahkan hidup kita tanpa “terbebani” dengan semakin bertambahnya berita miring yang lagi-lagi bersumber dari internet. yaaah paling tidak meminimalisir apalagi kalau sampai analogi mendekatkan yang jauh dan menjaukan yang dekat akan menjadi menjadi analogi supir angkot dengan internet jauh dan dekat tetap sama-sama dinanti!

hehe

 

adios!

ps. btw ayah saya sebenernya tidak bisa internetan demi memunculkan video upin-ipin di youtube dia minta bantuan adik saya, demi memunculkan download lagu mp3 terbaru dia minta bantuan anak buahnya. yang penting hasilmya di depan cucunya dia kelihatan sangat mengerti. Paling tidak untuk membalas komentar yang masuk di FB nya 🙂 Nih yah biar makin kece berselancarnya aku kasih buat ayah >> http://telkomsel.com/genggam-internet

One thought on “jauh dan dekat dihati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s