jauh dan dekat dihati

“Tok tok tok. assalamualaikum. Aku mau masuk.”

Biasanya itu kata-kata yang sering diucapkan oleh si sulung anza setiap mau masuk ruangan yang berpintu. Dia berbicara seperti itu sambil mengetukkan tangannya perlahan. Seringkali bila dia mau masuk ke kamar saya dan saya sedang berada di dalam kamar, saya bikin sedikit percakapan :

“Tok tok tok.. assalamualaikum bunda. aku mau masuk.” kata abang

“Siapa ya?” tanya saya

“Abang Anza…” jawabnya

“Anza apa?” tanya saya lagi

“Anjadeooo.. wapi saputla (menyebut lengkap namanya Anzadeo Wafi Saputra).” jawab abang lagi

“Oooo… abang anzadeo.. mmmmm adeknya siapa ya namanya? bundanya siapa?”

dan sederet pertanyaan panjang lainnya yang ‘memaksa’ anza untuk sedikit berlatih tanya jawab dengan bundanya. Hihi. Terkadang sih kalau dia sedang mengantuk atau memang ingin segera masuk permainan pertanyaan hanya sebentar. Dia akan tiba-tiba bilang “Bunddaaa.. abang mau masuk.” dan saya akan menjawab “Yak, anzadeo silahkan masuk.” :p

——————————————————————–

Ketukan masuk pintu pun biasanya tidak hanya terjadi didalam rumah, biasanya juga saat anza mengunjui rumah lain yang sudah dia hafal seperti rumah eyangnya. Rumah kedua orangtua saya yang biasanya kami kunjungi dalam akhir pekan. Ketukan abang anza selalu menjadi penantian mereka setelah satu minggu bergelut dengan beragam kesibukan kerja. Memang sih tidak setiap datang kerumah eyangnya anza akan bermain tok-tok-tok apalagi bila ia sudah mengantuk atau posisinya saat datang sudah dalam keadaan tertidur di malam hari. Cuma walaupun begitu kedatangan cucu kesayangan untuk sekedar menginap diakhir pekan menjadi momen yang sangat ditunggu. Bahkan ibu saya sering cerita kalau ayah saya sudah tau kami akan mengunjungi mereka, setiap mobil yang lewat didepan rumah ia langsung berlari ke depan jendela dan melihat apakah itu mobil cucunya atau bukan. Bila saya mendadak tidak bisa datang kesana menurut ibu saya ayah saya mukanya langsung terlihat kecewa, karena artinya dia tidak bertemu jagoan kecil kesayangannya.

Bila sudah sampai dirumah eyangnya, terkadang anza lupa ada yanda dan bundanya. Makan maunya sama eyangnya, main sama angkunya, minta jalan-jalan dan naik mobil dengan angkunya, bahkan BAB saja yang dicari adik saya untuk mengganti pospaknya hihihi (seneng banget isengin tantenya dan ibunya senang juga dong bebas tugas! :p ) hanya nanti menjelang tidur malam baru bundanya yang dicari.

Kalau sudah bermain dengan angkunya anza terkadang lupa waktu, bagaimana tidak biasanya ia dilarang bermain gadget dengan bunda dan yandanya. Karena kalau dirumah saya memang tidak memberikan izin bermain gadget untuk anak-anak terutama anza karena dia yang sudah mulai mengerti ada permainan di gadget kami. Sesekali memang saya berikan namun tetap dalam pengawasan karena sekarang dia sudah paham dengan tombol yang ada di gadget, bahkan beberapa aplikasi yang hanya terlihat dari gambarnya di menu home sudah bisa di hafal. Pernah saya lihat dia mau meminta melihat video dirinya saat naik kereta dia langsung menunjuk aplikasi video player untuk memutarnya, katanya “Bunda yang ini aja, abang mau lihat pidio keleta (video kereta). Duh gusti serem kalau tidak sambil diawasi bisa-bisa dia main pencet terus terbuka youtube dan masuk ke link adegan dewasa. Amit-amit deh semoga enggak ya bang!

Kembali ke permainan gadget bersama angkunya, saking semangatnya agar anza dapat bermain dengan gadget si angku dia sampai rela datang ke suatu tempat perbelanjaan dekat rumahnya kemudian mendatangi salah satu kios telefon selular, hanya untuk apa? Minta dipasang beragam instalasi permainan dan lagu yang ada gambar thomas! Kenapa thomas? Karena thomas adalah tokoh kartun kesayangan abang anza. Hingga suatu malam saat saya bertandang kerumahnya ayah saya bilang “Anzaaaaa.. angku punya hadiah buat abang. angku punya mainan thomas baru buat abang anza. Kita main bareng yuk.” Kemudian ceritalah ayah saya dia mendatangi pusat perbelanjaan tadi dan belajar ke adik saya yang paling kecil bagaimana memainkan games serta menjalankan aplikasinya. Hihi.. Di satu sisi gemes sih yaaa, kadang kita menahan agar anak tidak sering bermain gadget tetapi di satu sisi saya juga melihat bagaimana ayah saya ingin menyenangkan. Yang akhirnya membuat saya hanya bisa berkata….

“Angku abang mainnya jangan lama-lama ya. Sehabis mandi dan makan dulu baru abang anza boleh main kereta. Oiya, mainnya juga jangan terlalu dekat mata. Nanti matanya rusak. Mainnya cuma dirumah angku dan diliatin angku.” Haaahahaaa banyak ya pesan sponsornya, tapi tidak apa demi menyenangkan kedua belah pihak saya rasa memberi angkunya waktu berdua bersama cucu dan saya tetap bisa mengontrol anza bermain gadget hanya dengan memberinya waktu bermain bila bertemu angkunya yakni bila akhir pekan datang adalah solusi terbaik.

Tidak hanya memuaskan anak saya bermain dengan thomas di gadget (tab) nya, ayah saya juga sering membukakan channel youtube yang berisi gambar ipin-upin atau thomas sambil ber-skype bersama adik saya yang pertama. Adik saya yang pertama memang tidak tinggal di Indonesia lagi. Ia pindah kewarganegaraan sekitar 2 tahun lalu setelah menikah dengan pria berkewarga-negara Turki dan memutuskan tinggak disana. Untuk tetap menjalin komunikasi dengan adik saya, setiap malam ayah dan ibu selalu membuka laptop dikamar. Setelah adik saya mengabari ingin skype melalui pesan singkat atau telefon kerumah, mereka akan membuka skype dan langsung curhat apa kegiatan atau update hari ini. Setiap malam! hihi. Dan setiap saya bertandang pasti ayah saya akan menelepon adik saya untuk bilang “Dek.. ada abang ayo kita skype-an.” Si bocah kecil itu juga pasti senang karena sambil melihat video upin-ipin dia juga bisa ikutan ‘ngobrol’ dengan aunty-nya. Adik saya pastinya senang karena dia bisa melihat anak saya sambil melepaskan rindu dengan orangtua. Benar-benar internet telah membantu mendekatkan jarak Indonesia-Turki seperti Jakarta-Banten. hihi

Oiya sebenarnya ayah dan ibu tidak hanya skype dengan adik saya di Turki namun terkadang juga dengan abang anza kalau sedang dirumah. Namun seringkali yang terjadi skenarionya ialah ayah dan ibu saya menelepon menanyakan cucu-cucunya sedang apa-berbicara dengan mereka melalui telepon genggam saya-saya atur pembicaraan menjadi speaker-kemudian mereka meminta online agar bisa skype-saya pasang skype-skype sebentar-anza mau lihat video kuda! nahhh ahahaaha maksud saya ujung-ujungnya anza lebih lama memainkan dan asyik bersama mainan di gadget dibanding berbicara melalui telefon atau sambungan lain. Jadi semenjak hal itu seringkali terjadi saya bilang untuk lebih baik menelefon saja daripada dia meminta bermain.

Melepas rindu terhadap cucu tidak hanya dilakukan melalui telefon atau ber-skype. Terkadang mereka meminta foto terbaru kedua anak saya, sekedar meminta dikirim via WA (whatsapp) atau BBM (blackberry messenger) ataupun kepo-in timeline FB (facebook) saya. Yak kedua orangtua saya punya akun FB sekita 3-4 tahun terakhir. hahaaaa soo funny! Tidak mau kalah eksis sama anaknya katanya biar tau dong kabar teman kuliah, teman SMA apalagi kalau ada undangan nikah dari anaknya teman..dari kepo sampai setiap ada foto cucunya yang pasti sering saya share di timeline ibu saya, beliau juga rutin menulin komentar sekedar “Aduuh cucuku cantik atau abang ganteng banget.” yesss! mereka ikut tumbuh bersama dengan generasi digital, generasi Y dan Z.

Memang semenjak era digital masuk sekitar akhir tahun 90-an dan memasuki awal tahun 2000 hingga saat ini seperti dua sisi mata uang. Satu sisi semakin banyaknya beragam kisah memilukan akibat gencarnya informasi yang tidak dapat terbendung lagi terkadang membuat kita sebagai pemakai media internet semakin harus hati-hati agar tidak terjebak baik kejahatan di dunia maya, pelecehan seksual yang bisa juga terjadi di dunia maya bahkan semakin tingginya angka pelecehan seksual di dunia nyata khususnya di anak-anak dan remaja yang bila dirunut salah satunya pemakaian media internet yang disalahgunkan. Seperti mengunjungi situs khusus dewasa, banyaknya iklan atau sekedar ilustrasi yang muncul di setiap selingan link yang dituju yang seringkali website yang digunakan sekedar membalas email hingga penggunaan games online yang semakin menjamur tanpa adanya kontrol ketat dari para orangtua dan lingkungan terdekat.

Tapi dengan munculnya beragam hal negatif tadi, tidak serta merta kita menutup diri dan tidak menggunakan internet kan?

hehe. Bisa pusing saya rasa kalau tiba-tiba internet mati. Lha wong koneksi lamban saja terkadang kita bisa ngamuk-ngamuk ke provider dan seringkali memberi sangsi dengan cara mengumpat ke admin provider yang bersangkutan *curcol*

Terus gimana kalau akhirnya satu hari saja tanpa internet?

Saya sih ngacung. Pernah banget ngerasain. Setahun mendapat tugas di daerah pedalaman di suatu pulau membuat saya seperti orang yang ketinggalan berita. TV dirumah dinas tidak ada, jadi terkadang mengandalkan jaringan internet untuk mencari tau update berita atau membaca postingan teman-teman. Tapi apa daya, terkadang sinyal koneksi yang saya dapatkan kecil bahkan kadang tidak ada. Jadi mau share foto di pulau terancam gagal total deh hihi

DSC03904

salah satu sudut pulau tempat saya ptt di bangka selatan

Mungkin kita sering mendengar analogi yang sering kita dengar “mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat.” yak dunia maya rasanya memang telah mendekatkan kita dari suatu tempat ke tempat lain,memudahkan kita mengucapkan rindu dengan bertatap muka secara langsung via media internet hingga memudahkan kita mencari beragam hal dari mencari tugas kuliah, tertawa karena postingan pic atau meme-pic seseorang, membuka video klip lagu, teaser film terbaru yang kadang syukur-syukur dapat filmnya ahhhaha hingga cara perawatan gigi mutakhir, model desain baju, diskon barang hingga update berita terbaru, berbelanja (online shop) tanpa perlu susah payah datang ke tokonya hihi itu saya banget.. 😛 dan berbagai hal menarik lainnya yang media internet tawarkan dalam memudahkan hidup generasi x,y,z dalam melakukan segala kegiatannya. Dimana semua kegiatan dan interaksi sosial tadi jelas tidak bisa kita lakukan kalau jaringan internet kita minim seperti tadi kasus saya ada di daerah pedalaman atau mungkin masih belum tau apa itu internet! ooww oowww.. hari gini!! 😛

IMG-20120521-00840

saat adik saya dilamar 2 tahun lalu. Adik ipar saya mengabarkan kepada orangtuanya karena tidak bisa ikut dengan media skype agar mereka bisa menyaksikan juga

Ahh.. semoga, Semoga saja media internet benar-benar memudahkan hidup kita tanpa “terbebani” dengan semakin bertambahnya berita miring yang lagi-lagi bersumber dari internet. yaaah paling tidak meminimalisir apalagi kalau sampai analogi mendekatkan yang jauh dan menjaukan yang dekat akan menjadi menjadi analogi supir angkot dengan internet jauh dan dekat tetap sama-sama dinanti!

hehe

 

adios!

ps. btw ayah saya sebenernya tidak bisa internetan demi memunculkan video upin-ipin di youtube dia minta bantuan adik saya, demi memunculkan download lagu mp3 terbaru dia minta bantuan anak buahnya. yang penting hasilmya di depan cucunya dia kelihatan sangat mengerti. Paling tidak untuk membalas komentar yang masuk di FB nya 🙂 Nih yah biar makin kece berselancarnya aku kasih buat ayah >> http://telkomsel.com/genggam-internet

Iklan

love is, you!

Image

pesan singkat di telepon genggam saya

Pesan singkat ini masuk ke telepon genggam saya tadi pagi pukul 05.29 wib.

Dimana saat jam-jam kronis seperti itu saya biasanya jarang membuka telepon apalagi sms atau email. Maklum sebagai ibu-ibu sok sibuk biasanya jam segitu saya lagi ribet dengan urusan makanan anak, baik yang besar dan kecil, makanan dari pagi hingga sore nanti, sarapan saya dan suami hingga bekal saya dikantor. Belum selama pengerjaannya terkadang si adek bangun dan ikutan “membantu” saya sambil menghabiskan biskuit kesukaannya. hihihi…

Akhirnya message ini saya buka sesampainya saya dikantor. Ritual saya sebelum mengerjakan pasien sembari makan pagi yakni mengecek message, email, sms hingga update orang-orang di media sosial macam path. Biar deh kepo sekalian :p

balik lagi saat buka message dari Ayah saya tadi pagi saya baru ingat astaga hari ini hari ulang tahun pernikahan kedua orangtua saya. 22 April 30 tahun yang lalu mereka berdua resmi menjadi suami istri dan setahun setelahnya lahirlah bayi mungil hitam manis nan baik hati di muka bumi ini. aahaaaa *ketahuan deh berapa umur saya!

Saat message ini saya baca langsung saya kirim pesan balik mengucapkan selamat hari pernikahan kepada ayah dan ibu saya, yang setiap tahunnya pasti saya tidak pernah alpa untuk sekedar say congrats dan terkadang kami merayakan dengan makan malam bersama. Saat Ayah saya mengirim pesan ini beliau sedang sendirian dirumah. Ibu saya masih melakukan perjalanan dinas kantornya ke Mataram. Saya sendiri yang setelah menikah tidak tinggal serumah lagi dengan mereka dan pindah ke negara bagian selatan Banten alias Tangerang selatan (rumah kedua orangtua saya berada di daerah Bekasi.) Adik kedua saya juga pindah bahkan sampai pindah kewarganegaraan, kalau yang ini benar-benar pindah negara yakni ke Turki. Karena adik saya menikah dengan pria asli Turki dan ikutlah dia ketempat suaminya dalam 2 tahun terakhir. Sedangkan adik saya yang terakhir meskipun tinggal ia sendiri yang ada dirumah namun ia tidak benar-benar tinggal karena sedang kuliah di UI Depok maka hanya sabtu dan minggulah ia pulang itu pun dengan membawa sejumlah cucian kotor #modus hihi

Rumah yang tadinya ramai dengan 3 anak perempuan, yang mungkin lebih banyak tidak akurnya dibanding akurnya terutama masalah pinjam meminjam barang (maklum girlssss!) lama-kelamaan mulai sepi. Meskipun Ayah dan Ibu bekerja dan seringkali dinas hingga waktu yang cukup lama kami bertiga sudah terbiasa hidup hanya dengan mbak pulang pergi dirumah. Sedari kecil melihat ayah dan ibu bekerja dan terkadang dalam kurun waktu lama hingga menetap menjadi hal yang biasa. Bahkan terkadang saat ayah baru pulang ibu sudah bersiap untuk pergi dinas. Hahaha kalau saya bilang semacam rumah singgah. satu datang satu pergi. Tapi kami terbiasa melihat itu semua karena kami bertiga tau bahwa itu kewajiban mereka dan kewajiban kami ialah belajar dengan baik. Memang sih ada kalanya ingin tidur atau cerita dengan Ibu tapi ini hanya sesekali misalnya karena ada masalah di kampus atau berantem sama adik saya.

IMG-20110831-00291(1)

saya dan kedua adik saya. Sedang mengandung anza di usia 8 bulan #gedepisan

Hingga saat ini pun mereka masih asyik dengan kegiatan masing-masing. Ibu saya masih mengurusi orang transmigran di daerah pedalaman *saya rasa hampir seluruh pulau di Indonesia bahkan bagian terkecil pernah beliau datangi dan ayah saya masih asyik juga dengan kegiatan kantornya. Komunikasi kami sudah pasti bukan melalui telepon saja, sekarang saat gadget bertebaran dimana-mana Ayah dan Ibu saya tidak mau kalah. Hampir disetiap malam minta skype dan video camera sama cucunya, persis menjelang tidur ring tone BB saya selalu berbunyi dan itu dapat dipastikan ialah telepon dari Ayah saya hanya untuk mendegar suara cucu kesayangan dan menanyakan “tadi udah main kereta bang?” hiihi 😛 Belum lagi lumayan eksis di facebook dengan memasang kegiatan di pekerjaannya atau sekedar bertemu teman semasa naik gunung ayah saya dan dipublikasikan di wallpapernya dan aktif berkomentar di grup messenger hihi malahan ayah saya yang terkadang gaptek niat banget loh beli gadget keluaran terbaru dan datang ke salah satu kios minta di-upgrade mainan anak biar saat anak saya main mengunjugi mereka di akhir  pekan belialu akan meminjamkan gadgetnya dan berdua asyik bermain kereta bersama. hiihiii.

Seperti tulisan yang Ayah saya kirim tadi pagi komunikasi kecil seperti ini menjadi hal yang sangat biasa. Ayah saya mungkin tipikal sedikit melankolik, setiap ada yang berulang tahun pasti ayah saya mengirimkan ke anak yang berulang tahun untuk meminta maaf dan berterima kasih kepada Ibu saya bahwa kami ketiga anaknya telah dilahirkan, setiap hari pernikahan seluruh anak dan mantu akan dikirimkan pesan yang dibuatnya sendiri bahkan dihari ulang tahun pernikahan saya pun saya dan suami diberikan message yang sama dan dikirim ke nomor masing-masing dengan kata-kata yang telah beliau susun sendiri. PSssttt…. bahkan dulu saat saya masih sekolah SMA saya pernah tidak sengaja menemukan segepok yak! segepok surat cinta valentine dan pernikahan yang dibuat ayah saya ke Ibu saya saat mencari berkas. semuanya serba pink dan merah ahahahaha dulu sih saya ketawa geli sekarang saya baru sadar ternyata itu salah satu bumbu bagaimana pernikahan mereka bisa sampai 30tahun ini dan semoga selamanya hingga ajal memisahkan.

Saya sangaaat bersyukur diusia mereka, melihatnya sehat dan bahagia saja sudah merupakan anugerah. Apalagi bila melihat mereka masih enjoy dengan “dunianya”. Dunia yang dari dulu telah mereka bangun, nikmati, jalani dan mungkin sebentar lagi akan ditinggalkan karena faktor usia, yakni pensiun tidak akan mengubah sedikitpun kehidupan kedua orangtua saya. Semoga banyak aktivitas menanti mereka saat masa tua itu datang semoga saya dan kedua adik saya masih dapat membahagiakan mereka seperti dulu mereka memberi kebahagiaan kepada kami. Hal indah yang dulu kami lakukan mungkin kini dapat kami lakukan kembali bersama cucu-cucu kesayangannya seperti menonton film bersama, jalan jalan keluar kota, bahkan baru-baru ini ayah saya berdua saja dengan adik menonton teater koma dan dia masih kuat mengajak abang anak saya naik kereta commuter line dari kalibata-kota k dan mampir makan es krim ragusa hanya untuk membuatnya senang dapat menjadi memori terindah yang tidak akan kami lupakan.

IMG-20140410-WA0003

jalan-jalan ke seaworld

anza

anza, angku dan tante kesayangan bersiap naik kereta

 

unnamed

Terima kasih ayah ibu atas cinta kalian.

Terima kasih atas begitu banyak kisah indah yang telah kalian bagi bersama kami

Selamat ulang tahun pernikahan yang ke 30. Tetap sehat dan menjadi panutan.

doaku terus menyertaimu.

 

*ps ini saya tulis terlambat 2 hari karena pasien poli banyak, tp tidak mengubah esensi tulisan. Tapi koq ya jadi mrebes mili… :’)

 

S for sleepy head, sleepy me.

Jam segini emang jam lagi kumatnya penyakit. Ciri-cirinya kena udara dingin ac nguap, semilir angin sedikit mulai kriyep kriyep. Datangnya tepat sekali jam-jam sebelum makan siang atau setelah makan siang. Biasanya peyakitnya sudah kronis tetapi kadang memang ada yang datangnya secara akut dan sulit disembukan yakni dengn tidur.

Beneran deh kalau penyakit ngantuk sedang menerjang apalagi ditempat kerja dimana biasanya kita dihadapkan dengan sejuta deadline, banyak pasien, tugas ini itu padahal malamnya habis lembur atau anak ada yang sakit sehingga sebentar-bentar bangun minta dipeluk atau mungkin memang kena sindrom insomnia… yaaaaak derita loe deh mak.. #dipentung

Ini saya sekarang. Kebetulan janji pasien tidak terlalu banyak. Bbm-an sama sahabat ngobrol ngalor ngidur sudah. Kalau browsing bahaya bagi saya, bahaya di dompet apalagi kalau UUDnya betul-betul berakhir di duit. hihi #kecangkanikatpinggang #sesek :p Sementara browsing berita atau update info sudah ngantuk semalamam anak lagi sumeng eeehhh liat berita parpol yang lagi kampanye sana sini bikin mumet, bikin mata saya sudah tinggal nyari lem biar tambah rapet pet pett..

Jadilah saya sekarang coba dengerin lagu, streching sana sini, nyanyi-nyanyi cantik (meskipun suara kacau, untungnya di ruangan cuma berdua dengan perawat mihihiihi) buka blog bales komentar #soksibukamet biar apa? ya biar gak ngantuk lagi!

 

gimana dengan anda? kalau lagi terjebak ngantuk di saat yang kurang tepat apa yang anda lakukan??

Image

photo source : guardian.co.uk

 

Image

Image courtesy: © Thinkstockphotos

salam kangen : bantal

lihat sekitar kita.

Mungkin bagi anda yang besar di era 80 atau 90an pernah mendengar salah satu band beraliran jazz yang cukup mempunyai nama di negeri ini, Krakatau. Band yang banyak menghasilkan karya sehingga namanya terkenal tidak hanya didalam maupun diluar negeri. Band ini beranggotakan sejumlah musisi piawai Indonesia mampu menghasilkan serangkaian prestasi bahkan album terbaiknya pernah masuk kedalam 150 album terbaik versi majalah Rollingstone..

tmp_krakatau-1873932379

formasi band krakatau

Krakatau band sendiri awalnya dimotori oleh musisi kenamaan Dwiki dharmawan, Pra Budi Dharma dengan mengusung tema jazz, rock. Namun seiring berjalannya waktu band ini pun sempat tiga kali mengalami perubahan personil dimana saat pertama kali dibentuk beranggotakan Dwiki Dharmawan, Pra Budi Dharma, Donny Suhendra dan Budhy Haryono. Pada formasi selanjutnya hadirlah nama Indra Lesmana, Gilang Ramadhan dan Trie Utami yang memperkuat musikalitas band ini. Hinga formasi terakhir yakni Dwiki Dharmawan, Pra Budi Dharma, Nya Ina Rasuki (ubiet), Yoyon Dharsono, Zainal Arifin serta Gerry Herb yang mengusung aliran jazz.

Kelompok band ini pun sukses menelurkan sejumlah lagu hits seperti gemilang, kembali satu, feels like forever hingga sekitar kita. Saya sendiri cukup sering mendengar lagu mereka sedari kecil. Maklum saja, om dan tante hingga ayah saya jialaaahhh sok gak mau dibilang tua besar dijaman itu sering memberikan racun jazz dan blues. hehe. Seingat saya sewaktu usia saya di bangku sekolah dasar saya cukup familiar dengan lagu-lagu mereka hingga saat saya dewasa virus jazz dan blues rasanya cukup merasuki kehidupan musik saya. thank to you dad!

Ada satu lagu dari band krakatau yang saya sangat sukai, saya hafal liriknya. Saat itu lagu ini dinyanyikan oleh tante Trie Utami. Entah darimana saya mendengar pertama kali lagu ini, tetapi yang saya ingat entah berapa kali saya show didalam kamar mandi menyanyikannya 🙂

 

Selama dunia masih berputar

perbedaan tak pernah pudar

terbawa keangkuhan manusia

tak ingin membagi rasa

 

bukalah mata hati kita

bayangkan masa depan dunia

bersatu rasa untuk melangkah

demi meraih harapan dunia yang indah

 

bayangkanlah kita semua berjalan bersama

menuju hidup damai sejahtera

sempatkanlah untuk melihat disekitar kita

ada kesenjangan antara manusia

lihat sekitar kita.

 

Menurut saya lagu ini kalimatnya cerdas sekali. Menghadirkan nuansa cinta tetapi tidak kampungan dan yang lebih hebatnya cinta terhadap sesama manusia. Jarang ada lagu yang bisa menghadirkan tema cinta kasih terhadap sesama manusia. coba deh hitung dengan jari? biasanya kan yang sering cinta pasangan, patah hati, ditinggal kawin ya intinya yang menguras emosional pendegarnya. Dari lagu ini kita bisa belajar untuk bisa lebih melihat sekitar kita, peka terhadap apa yang terjadi disekeliling kita

Saya sendiri sebelum bekerja di lembaga NGO, mungkin sudah merasa cukup peka terhadap orang-orang di sekeliling saya, misalnya terhadap si embak dirumah ibu saya. Melihat ia bekerja siang dan malam dengan usia yang sudah tidak muda lagi hanya untuk menghidupi dirinya, cucunya dan anaknya. Yah di usia senja si bibi dirumah Ibu saya bekerja unutk menafkahi diri sendiri dan keluarganya. Meskipun si anak ada yang sudah menikah dan memiliki anak, himpitan ekonomi terkadang membuat mereka tidak bisa meninggalkan rumah si bibi alias tinggal satu atap. Jangan dibayangkan rumah, secara yang ada hanya kontrakan petakan yang harus dibagi dengan anak lain serta cucunya. Ia bekerja siang dan malam hingga ia tidak dapat melanjutkan kerja dirumah Ibu saya setelah lebih dari 10 tahun  karena tulang betisnya yang sudah tidak kuat lagi.

Lembaga NGO tempat saya bekerja saat ini merupakan lembaga non profit. Segala roda perputaran perekonomiannya berasal dari dana zakat, infak shodaqoh (ZIS). Saya pribadi tidak secara langsung mengurusi zakat karena saya bekerja di bidang kesehatan jadi apa yang saya kerjakan ialah perpanjangan tangan si muzakki (pemberi zakat) dalam memberikan layanan kesehatan kepada para mustahiq (penerima zakat). Sementara layanan kesehatan yang saya kerjakan ialah ranah kesehatan gigi dan mulut

Saya melayani para muzakki ini setiap hari, setiap minggunya. Sudah hampir 3 tahun saya bergabung dalam layanan kesehatan ini, bertemu muka dari pagi hingga petang menjelang. Mereka yang datang ke layanan kesehatan yakni para kaum dhuafa yang memang dalam aturannya salah satu yang berhak menerima zakat. Tetapi tidak serta merta mereka yang datang akan segera diterima sebagai member bahasa untuk keanggotaan peserta namun setiap yang datang akan disurvei apakah dia pantas menerima bantuan kesehatan baik secara full (penuh), secara putus sambung hingga bantuan untuk keseluruh anggota keluarganya.

Layanan yang disediakan meskipun gratis namun fasilitasnya tidak cuma-cuma. Dari fasilitas umum seperti database peserta yang sudah terkomputerisasi, adanya software untuk mempermudah pengisian status pasien, ruang tunggu yang meskpiun kecil namun sangat tertata rapi dan setiap ruangan dilengkapi dengan pendingin udara. Sementara untuk ruangan saya sendiri bila para member ingin meminta pelayanan kesehatan gigi berupa pembersihan karang, pencabutan hingga penambalan dengan sinar (composite) semua dapat mereka dapatkan dengan bahan berkualitas sangat baik, secara gratis tanpa dipungut sepeser biaya pun karena semuanya telah dibayarkan oleh para muzakki.

20140326_135354

sudut di poli gigi

ruang poli gigi

ruang poli gigi

Intensitas bertemu dengan para member terutama member yang sering memeriksakan giginya lama-kelamaan timbul perasaan yang berbeda. Bukan, bukan jatuh cinta hahaaa tetapi rasa peka tadi yang diatas duluuuu sekali pernah saya rasakan kepada bibi dirumah Ibu saya.

Mereka yang datang sebagai member berasal dari kaum dhuafa, kaum yang tidak punya secara materi. Kebanyakan dari mereka datang dengan himpitan ekonomi yang sangat tinggi. Meskipun banyak yang tidak bisa melanjukan sekolahnya ke jenjang lebih tinggi, tetapi saya pernah menemui ada dari anak para member yang dengan usaha gigihnya dapat melanjutkan sekolah dengan berhasil menembus D1 STAN dan kini ditempatkan di Makasar. Sebelum diterima dulu ia bercerita sempat diterima di S1 Hukum UGM namun dengan biaya hidup tinggi serta si Ibu yang tidak bisa memperoleh penghasilan, maka ia memutuskan menjadi guru bimbingan belajar dari rumah kerumah demi menyambung hidup dan mengejar mimpinya kuliah dengan gratis dan tujuannya hanya STAN. Saya bangga dengan setiap cerita yang ia utarakan setiap datang ke ruangan dan dengan rajinnya setiap 6 bulan sekali membersihkan karang gigi.

Tidak berhenti pada si anak yang lolos D1 di STAN. Ada pula Ibu yang dengan semangat 45 selalu menemani anaknya yang memiliki penyakit down syndrome (DS) ke sekolah khusus. Ia cari cara agar si anak yang dengan kebutuhan khusus tadi dapat mengenyam pendidikan supaya tidak bergantung kepada dirinya. Hasilnya komunikasi si anak sangat baik bila dibandingkan anak DS pasien saya lain. Si anak yang setiap datang ke poli gigi sangat antusias sampai-sampai ia tidak akan mau turun dari dental unit meskipun perawatan telah selesai

tmp_20140109_122111-1652078389

Lain lagi ada Ibu yang harus berjuang sendiri mencari nafkah untuk keempat anaknya. Ya, ia berjuang karena sang suami sudah tidak ada dan ia harus menafkahi keempat anaknya. Dua masih sekolah, dua masih balita. Bagaimana ia menjaganya disaat ia harus mengambil pekerjaan informal mencuci baju dari rumah ke rumah? 2 Anak yang paling besar bergantian menjaga si adik yang usianya masih 3 tahun dan 8 bulan. Yang masih sekolah? 1 masih mengenyam pendidikan kelas 2 SD satunya lagi TK. Si Ibu dari pagi hari menyiapkan makan keempat anaknya hingga ia pulang petang hari secara bergantian si anak yang besar menggantikan posisinya

Ada lagi Ibu yang setiap beberapa hari sekali mengantarkan anaknya transfusi darah. Bukan 1 tetapi 2 anaknya harus mengalami transfusi darah. Anak yang besar berusia 7 tahun dan kecil berusia 3 tahun. Keduanya mengidap thalasemia. Si Ibu harus bolak balik ke RS demi si anak agar HB nya tetap stabil. Sementara si Ibu baru saja melahirkan dan bayi yang kini berusia hampir 1 tahun juga ada kecendrungan thalasemia.

Belum lagi ada anak yang semenjak lahir divonis menderita gagal jantung. Ia datang menemui saya untuk melakukan perawatan giginya sebelum dilakukan operasi jantung. Tugas saya ialah memastikan tidak ada satu gigi pun yang bermasalah baik lubang sekecil apapun agar menghindari terjadinya infeksi paska operasi. Tau usianya? Belum juga genap 5 tahun. Setiap datang didampingi oleh ibunya, yang pada akhirnya saya tau itu Ibu itu adalah tetangganya yang ikhas merawat dia. Kenapa? Ibu kandungnya yang sedang sakit berat, harus banting tulang menghidupi kedua kakaknya setelah sang ayah tiada. Untuk mengurangi beban hidup si anak bungsu yakni pasien dititipkan ke tetangga.

tmp_20131129_085235-107548842

Pernah juga pasien saya bercerita bagaimana ia bisa sampai mendaftar menjadi anggota layanan kesehatan. Dulu ia bekerja di perusahaan pertambangan lepas pantai, gajinya jangan ditanya besar sekali. Namun ia mengalami sakit diabetes melitus karena pola makan tidak terkontrol. Sering mengkonsumsi obat-obatan untuk diabetes membuat ginjalnya menjadi rusak. Akibatnya ia harus cuci darah semenjak tahun 2000an dan dengan biaya berobat yang membengkak materi pun terkuras. Seperti di sinetron kisahnya saat ia jatuh, istri pergi meninggalkan dan ia harus menghadapi kehidupannya dengan kedua anaknya yang mau tidak mau harus turut bekerja sambil sekolah.

Masih banyak kisah para member yang tidak bisa saya sebutkan. Tidak semua kisah mereka manis dan menjadi pembelajaran bagi saya ada juga kisah tragis maupun pahit lainnya. Mereka yang bekerja mengisi sektor-sektor informal dari buruh cuci, juru parkir, tukang pijat, supir angkot, penjual sayur, penjaja makanan di sekolah anak bahkan pembantu rumah tangga dan berbagai pekerjaan lain yang seringkali dipandang sebelah mata oleh kaum masyarakat urban saat ini. Bahwa mereka ada dan mempunyai kehidupan. Saya pribadi belajar banyak dari kehidupan para member yang seringkali saya berbisik “ya Allah gak ada apa-apanya banget deh hidup gwe sama ini orang….” Bahwa terkadang permasalahan hidup yang saya alami mungkin hanya seujung kuku orang-orang yang ada di hadapan saya dan saya pun terkadang masih mengeluh, masih menganggap bahwa beban itu terlampau berat.

Mereka ditempa oleh pendidikan yang bernama kehidupan. Mereka yang membuat saya sekarang sering menoleh dijalan apa si supir angkot itu pasien saya apa si ibu jualan itu pernah saya kerjakan? Entahlah. Tapi merekalah yang membuat mata hati saya semakin terbuka, semakin peka, semakin saya menghargai bahwa mereka juga manusia, yang layaknya harus juga kita hargai.

images

pic from favim.com

 

badai pasti berlalu

Beberapa waktu yang lalu saya pernah dirasuki virus kegalauan.

Galau meninggalkan anak bekerja karena  ia tidak mau makan (baca : tubuhnya semakin mengecil.)

Mungkin bagi sebagiam orang hal itu sangat sepele.. “ya ilaaaaaah gak mau makan sante aja lagi ntar-ntaran juga dia mau lagi.” Memang terkadang terselip kalimat seperti itu, mungkin si anak lagi bosan dengan menu makanan saya atau dia masih kenyang atau mungkin juga dia ikutan galau tidak mau makan, namun yang lebih seram kalau tidak mau makan karena sedang sakit.

obat anak

kalau anak lagi sakit (pic from obatanak.info)

Nah, tidak mau makan karena sakit inilah yang membuat sebagian ibu-ibu pasti pusing keliling kompleks. Tujuh keliling biasa bu, keliling kompleks luar biasa capeknya hehe.. Sudah harus mengobati sakit yang diderita si anak (maksud saya dibawa ke dokter dan si ibu tinggal meneruskan pengobatan dari dokter atau lakukan pengobatan ala rumahan yang sedang heitss saat ini home-treatment), si ibu juga harus menahan kantuk tiada tara, bagaimana tidak kalau tengah malam si anak bangun dari tidurnya, batuk-batuk atau demam tinggi  sehingga hanya ingin dipeluk ibunda tercinta. Belum lagi harus memikirkan menu yang mau disantap si anak. Tanpa sakitpun jangan ditanya bagaimana ibu-ibu melihat mas tukang sayur yang setiap hari nongkrong deket rumah dan teriak “sayyyyuuuuurrrrr…” pasti suatu saat pengen si mas sayur itu datang dengan bilang “rawon, steakkk..rames…” ahahaahha eh tapi bener loh ada tetangga saya yang pernah saking dia pusing dengan menu makan sehari-hari sampai bilang “Mas, kenapa sih gak pernah bawa makanan jadi bawanya sayur mulu. Mbok ya sekali-kali bawa makanan jadi gitu saya kan gak perlu pusing mikirnya.” Jawaban si mas sayur “Bisa-bisa saya diamuk sama yang punya warteg bu!” :p

Baca lebih lanjut